Langsung ke konten utama

Transformasi UMKM Perikanan: Keseruan Pelatihan Praktis Koin Ikan K2 Bersama Dinas Perikanan

Bapak Ahmad Pohan dari Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang sedang memberikan sambutan pembukaan

    Suasana di sekretariat Kelompok Pengolah dan Pemasar Olahan Ikan (Poklashar) Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang yaitu lokasi produksi Pempek Ikan Ravania mendadak berubah menjadi dapur profesional yang penuh gairah pagi ini (24 Juni 2026). Diinisiasi oleh Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, kegiatan pelatihan ini menjadi wadah bagi anggota kelompok Koin Ikan K2 (Kreasi Olahan dan Inovasi Ikan Kelapa Dua) untuk meningkatkan keahlian mereka dalam mengolah potensi perikanan lokal. Bapak Ahmad Pohan dari Dinas Perikanan hadir langsung memberikan dukungan, menegaskan betapa strategisnya peran UMKM perikanan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Kelapa Dua melalui inovasi kuliner yang lebih variatif.


Chef Barry sedang memberikan tips dan trik mengolah ikan yang baik dan benar

    Tak tanggung-tanggung, pelatihan ini menghadirkan narasumber kelas wahid, mulai dari chef Barry yang punya pengalaman segambreng dari restoran dan hotel berbintang hingga Ibu Leny Ramadhani praktisi ahli pembuatan bakso ikan yang followersnya sama dengan jumlah warga sekecamatan. 

    Fokus pelatihan kali ini sangat menggugah selera, yakni teknik mengolah ikan nila menjadi sajian kekinian seperti ikan nila goreng sambal petir yang menantang adrenalin dan ikan nila goreng sambal dabu-dabu yang segar nan eksotis. Selain itu, peserta juga dibimbing untuk meracik sop ikan asam manis yang menggugah selera serta mempelajari rahasia membuat bakso ikan yang kenyal dan lezat dengan standar kualitas premium. "Banyak tips dan trik yang simpel namun esensial seperti ikan harus diapain dulu sebelum dimasak dan kemudian cara menggorengnya agar ikan tidak amis saat dimakan nanti." kesan Ibu Fadila salah satu perserta. 


    Yang membuat acara ini begitu istimewa dan berbeda dari pelatihan biasanya adalah pendekatan praktis yang diterapkan. Tidak ada waktu bagi peserta untuk sekadar duduk diam, sibuk mencatat, atau bahkan bermain ponsel, karena semuanya langsung terjun ke meja kerja. 

    Setiap anggota Koin Ikan K2 diajak untuk memegang pisau, mengatur api, dan meracik bumbu sendiri di bawah pengawasan langsung para ahli, menciptakan suasana belajar yang interaktif, komunikatif, dan penuh tawa di tengah kepulan asap aroma rempah yang sedap.

    Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah sesi makan bersama yang berlangsung sangat seru dan meriah. Hasil masakan yang telah diolah dengan tangan sendiri kini tersaji di meja, dinikmati bersama sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan ilmu baru yang didapatkan. 

    Suasana semakin pecah dan penuh keakraban saat salah satu peserta melontarkan pantun jenaka, "Anak itik dimakan tikus, kalau ada plastik tolong dibungkus," yang disambut gelak tawa seluruh hadirin sebelum akhirnya sesi ditutup dengan foto bersama. "Kuah bakso ikannya agak asin, mungkin karena kita terlalu semangat jadi nuang garamnya kebanyakan atau ada teman-teman lain yang nuang garam juga juga kali selain saya." kata Ibu Christin yang disambut tawa oleh teman-teman lainnya.
    Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan memasak biasa, melainkan langkah nyata bagi komunitas Koin Ikan K2 untuk menaikkan kelas produk mereka agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan bekal teknik profesional dan kreativitas yang telah diasah, para peserta kini pulang membawa visi baru untuk menghadirkan olahan ikan yang lebih menggoda bagi para pelanggan. Semangat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha mikro ini menjadi bukti bahwa inovasi di dapur lokal mampu menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan masyarakat di masa depan.


Lihat Juga: