Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Dilema UMKM: Pilih Sertifikasi Halal Berbayar atau Tunggu Kuota Gratisan?

        Kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman terus berjalan. Bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) lewat jalur self declare bak angin segar. Namun, apa jadinya jika kuota gratisan tersebut ludes di tengah jalan?     Saat ini, kuota subsidi Sehati tingkat provinsi terpantau sudah habis sejak pertengahan April lalu. Sementara itu, kuota nasional dikabarkan baru akan dibuka kembali awal Juli mendatang—itu pun statusnya masih simpang siur.     Sebagai solusinya, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyediakan jalur Sertifikasi Halal Mandiri Berbayar dengan tarif yang relatif terjangkau, yaitu Rp.230.000. Angka yang terlihat kecil bagi sebagian orang, namun memicu dinamika dan sudut pandang yang sangat beragam di lapangan. Yuk, kita bedah dari berbagai sisi!      Bagi para pelaku UMKM, uang Rp230.000 memiliki nilai psikologis dan ekonomi yang berbeda, t...

Pertarungan Sengit Sekte Makan Pempek: Disiram vs Dihirup,dan Dicelupin. Ternyata ada Filosofinya

        Lupakan sejenak pertikaian abadi antara sekte bubur ayam diaduk versus tidak diaduk, karena ada "perang saudara" kuliner lain yang diam-diam lebih berdarah-darah: Bagaimana cara yang benar menodai sepotong pempek dengan kuah cukonya?      Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar sepele. Tapi coba sesekali Anda perhatikan orang-orang yang menikmati pempek. Anda akan melihat polarisasi karakter manusia yang kini terpecah menjadi lima sekte garis keras: Sekte Disiram, Sekte Dicelup, Sekte Anti-Luntur, Sekte Pantang Rugi, dan Sekte Dihirup.         Dimas (27), pekerja kantoran milenial yang praktis dan tak mau rugi rasa. Bagi Dimas, makan pempek tanpa menenggelamkan seluruh isi piring adalah sebuah kesia-siaan. "Logikanya gini, Bro. Pempek itu kan digoreng garing. Kalau cukonya disiram sampai banjir, kuahnya itu bakal meresap ke pori-pori si kapal selam. Pas digigit, crot! pecah di mulut. Lagian, ribet amat makan harus cel...

Masih Jualan Tanpa Sertifikat Halal di 2026? Ini yang Perlu Diketahui UMKM

                 Banyak pelaku UMKM di Indonesia yang selama ini merasa produknya sudah halal. Bahan yang digunakan jelas, cara memasaknya bersih, dan usaha dijalankan dengan niat baik. Namun sejak diberlakukannya kewajiban sertifikasi halal secara bertahap oleh pemerintah, ada satu hal penting yang perlu dipahami: halal tidak cukup hanya diyakini, tetapi juga perlu dibuktikan secara resmi melalui sertifikat halal. Tahun 2026 menjadi salah satu momen penting bagi pelaku usaha, terutama di bidang makanan dan minuman. Banyak UMKM mulai bertanya-tanya: Apakah usaha saya juga harus memiliki sertifikat halal? Apa yang terjadi jika belum mengurusnya? Artikel ini mencoba melihat persoalan tersebut dari berbagai sudut pandang: pemerintah, pelaku usaha, dan juga konsumen. Halal Sekarang Bukan Hanya Soal Keyakinan Di Indonesia, mayoritas masyarakat beragama Islam. Karena itu, kehalalan produk makanan dan minuman menjadi hal yang sangat penting bagi kon...

Harga Telur Ayam Terus Naik Sejak Program MBG? Ini Fakta dan Penyebab Sebenarnya

   Harga telur ayam kembali menjadi perbincangan. Dalam beberapa bulan terakhir, banyak masyarakat merasakan harga telur cenderung naik dan sulit kembali ke harga sebelumnya. Kenaikan ini tidak hanya dirasakan pedagang pasar, tetapi juga ibu rumah tangga hingga pelaku usaha makanan.    Salah satu faktor yang sering disebut dalam berbagai diskusi adalah meningkatnya kebutuhan konsumsi telur sejak adanya program MBG (Makan Bergizi Gratis). Telur menjadi salah satu sumber protein utama dalam program tersebut karena harganya relatif terjangkau dibanding daging, mudah didistribusikan, dan bergizi tinggi. Namun, di sisi lain, peningkatan permintaan ini memberi tekanan pada pasokan.     Pak Rahmat, seorang pedagang telur di pasar tradisional Tangerang, mengaku harga belakangan ini lebih sering naik dibanding turun. “Biasanya kalau naik, seminggu dua minggu sudah turun lagi. Sekarang turunnya sebentar, habis itu naik lagi. Permintaan memang lebih banyak,” ujarnya. ...

Pempek Tanpa Ikan: Masih Layakkah Disebut Pempek Palembang? Ini Kata Mereka

                 Pempek Palembang identik dengan ikan dan sagu. Namun belakangan, muncul inovasi kuliner bernama pempek tanpa ikan. Bentuknya mirip, disajikan dengan kuah cuko, bahkan rasanya tetap enak bagi sebagian orang. Sehingga muncul pertanyaan: apakah pempek tanpa ikan masih pantas disebut pempek? Secara turun-temurun, pempek dibuat dari ikan (tenggiri, gabus, atau ikan sungai) dan sagu. Ikan bukan hanya penambah rasa, tetapi inti dari identitas pempek Palembang. Pak Herman (65), pembuat pempek generasi ketiga di Palembang, mengatakan: “Kalau tidak pakai ikan, itu bukan pempek. Dari dulu nenek saya bilang, pempek itu cara orang Palembang menghargai ikan sungai.” Menurutnya, menghilangkan ikan sama saja menghilangkan sejarah. Kenapa Pempek Tanpa Ikan Tetap Dibuat? Di sisi lain, realitas pasar ikut berubah. Harga ikan naik, pasokan tidak selalu stabil, dan selera konsumen makin beragam. Rani (32), pelaku UMKM kuliner di Kota Palembang, p...

Kapan Sertifikasi Halal Reguler (Berbayar) Diperlukan?

         Setelah banyak UMKM mendapatkan kemudahan sertifikasi halal gratis lewat program “self-declare / gratis” dari BPJPH, ternyata enggak semua bidang usaha memdapatkan fasilitas ini dan Anda mungkin bertanya: kapan sih sertifikasi halal berbayar atau reguler berlaku? Dan kriteria atau persyaratan apa saja bila sertifikasi halal tidak gratis? Yuk, kita kupas bersama.   Latar Belakang: Gratis VS Berbayar Untuk mendukung pelaku usaha mikro & kecil (UMK), BPJPH menyediakan jalur gratis / self-declare  bagi usaha yang memenuhi kriteria tertentu. Namun bagi usaha menengah atau besar , atau produk yang sederhana tapi tidak memenuhi syarat self-declare , maka sertifikasi halal dilakukan melalui jalur reguler. Artinya: tidak semua bisnis bisa otomatis mendapat sertifikat halal gratis. Jika usaha Anda di luar kriteria UMK/self-declare, maka Anda perlu mempersiapkan diri untuk jalur reguler alias berbayar. Kriteria / Situasi yang Membuat Sertifik...

Fluktuasi Harga Telur Ayam Sepanjang Tahun 2025. Ini Faktor-Faktornya

              Telur ayam adalah salah satu bahan makanan yang hampir selalu ada di dapur rumah tangga Indonesia. Tetapi sepanjang tahun 2025, banyak orang mengeluh karena harga telur terus naik tapi jarang turun macam berat badan sehabis lebaran. Kenapa bisa begitu? Ayo kita bahas faktor yang mempengaruhi: 1. Produksi Ayam Tidak Selalu Stabil Ayam petelur seperti mesin motor tua kadang kencang, kadang melemah. Cuaca yang berubah-rubah, kualitas pakan, penyakit, dan masa molting membuat produksi telur menurun. 2. Harga Pakan Naik terus tapi susah turun Pakan adalah elemen biaya terbesar dalam peternakan. Jika harga jagung atau kedelai naik, peternak terpaksa menaikkan harga telur. Ibarat jjualan pempek, kalau harga ikan naik, mau enggak mau harga pempeknya naik juga, bisa sih enggak ikutan naik tapi ukuran pempeknya jadi semakin kecil hehehe... 3. Permintaan Konsumen Tidak Sama Setiap Hari Menjelang Ramadan, liburan, musim pesta, atau ramai usaha k...

Kelebihan Ikan Gabus dari Ikan Tenggiri

    Kalau bicara pempek, biasanya orang langsung ingat dengan ikan tenggiri. Memang, tenggiri sudah lama jadi primadona bahan utama pempek Palembang. Tapi, tahukah kamu kalau ikan gabus juga bisa jadi pilihan terbaik untuk membuat pempek yang enak, kenyal, dan bergizi tinggi? Nah, di artikel ini kita bahas kenapa ikan gabus cocok banget buat pempek, apa kelebihannya, dan bagaimana rasanya. Kenapa Ikan Gabus Cocok untuk Pempek? 1. Daging Putih & Kenyal    Ikan gabus punya tekstur daging putih yang lembut tapi tetap padat. Kalau diolah jadi adonan pempek, hasilnya kenyal dan tidak mudah hancur. 2. Rasa Gurih Alami    Dagingnya punya rasa gurih alami yang khas. Jadi walau tanpa banyak bumbu tambahan, pempek dari ikan gabus tetap enak. 3. Mudah Didapat    Di beberapa daerah, ikan gabus lebih mudah ditemukan dibanding ikan tenggiri. Ini jadi solusi untuk UMKM kuliner pempek di luar Palembang yang kesulitan mendapatkan tenggiri segar. Kandungan Gizi...